Minggu, Juni 12, 2016

Minggu, Juni 12, 2016

Jakarta, KompasOtomotif – Komponen bergerak pada sepeda motor yang kadang luput dari perhatian dan susah dideteksi adalah gir plus rantai. Memang, pengguna sepeda motor tipe skuter matik (Skutik) yang notabene tak bertemu lagi dua komponen itu mulai menjamur. Namun pengguna tipe sport dan bebek yang pakai gir dan rantai sebagai penggerak tetap berkeliaran.

CARA MERAWAT RANTAI DAN GIR MOTOR
CARA MERAWAT RANTAI DAN GIR MOTOR

Tidak bisa dikesampingkan, karena komponen ini menjadi salah satu bagian yang menggerakkan roda selain gir di dalam mesin. ”Banyak yang gir belakangnya bunyi, rantai kendor dan los, karena mereka tidak peduli, yang penting jalan,” cerita Bustomi, mekanik umum di Sentra Otomotif Pasar Inpres, Duren Sawit, Jakarta Timur, kepada KompasOtomotif, Senin (28/7/2015).

Kata Bustomi, kini banyak produsen aksesori yang menciptakan satu set gir dan rantai yang terbuat dari bahan yang tak mudah aus. Namun tetap saja, harga gir dan rantai yang orisinal lebih terjangkau.

Untuk merawatnya, pengguna wajib tahu ciri-ciri mata gir yang sudah aus karena kikisan rantai. Sebaliknya, bagaimana kondisi rantai yang juga sudah wajib diganti. Berikut rangkumannya:

1. Perhatikan secara kasat mata kondisi gir. Jika ujungnya sangat lancip, lalu lekukannya mulai dalam dan berwarna gelap, serta lebar lekukan dan sudut tajam mulai tak sama, tandanya gir roda belakang perlu diganti. Ciri-ciri tersebut menunjukkan aus akibat gesekan dengan rantai.

2. Rasakan sambil berjalan pelan atau memutar handel gas pelan saat digantung dengan standar tengah. Jika rantai terlihat kendor, lalu mengencang, sehingga perputaran roda tidak stabil, artinya kondisi rantai sudah tidak baik. Hal itu karena sil penghubung antara mata rantai sudah getas karena kurang perawatan, atau bagian dalam sudah banyak yang aus.

3. Kenali suara yang sangat kasar dan tidak biasa pada bagian rantai serta gir. Suara-suara ini dipastikan timbul karena gesekan yang sudah tak wajar. Bisa karena aus, atau pemasangan yang kurang tepat.

Pesan

”Kalau mau ganti gir, sebaiknya sekaligus rantai. Keduanya saling berhubungan. Kalau cuma diganti salah satu, komponen lain yang rusak akan cepat mengikis komponen yang baru diganti,” pesan Bustomi.

Pesan terakhir, Bustomi menyarankan agar pengguna tidak membersihkan gir dan rantai dengan minyak tanah seperti kebiasaan orang selama ini. Memang membersihkan, namun pada rantai terdapat sil karet yang akan cepat rusak jika terlalu sering terkena minyak tanah. Belilah produk pembersih rantai yang sudah banyak dijual di bengkel.

Penulis : Donny Apriliananda
Editor : Agung Kurniawan
SUMBER

0 komentar: